AMD Mulai Menjajah Wilayah Server, EPYC Mengancam XEON


Share

Tahun ini sepertinya adalah tahun kejayaan bagi AMD, setidaknya di bidang prosesor. Setelah berturut-turut merubah peta persaingan yang diawali dengan peluncuran Ryzen 7, kemudian disusul Ryzen 5, dan segera meluncur Ryzen 3, AMD mulai mengusik Intel di kelas Server. Intel dengan jajaran XEON mungkin adalah satu-satunya prosesor yang masuk akal untuk digunakan dalam server. Alasannya cukup jelas, selama ini tidak ada pilihan lain bagi konsumen industri yang memerlukan performa tinggi. Tapi tahun ini, AMD akan mengusik pasar yang selama ini dikuasai Intel dengan jajaran EPYC.

Sekilas nama EPYC sangat berasa unsur gaming nya, tapi jangan salah prosesor ini didesain untuk kepentingan komputasi performa tinggi yang dibutuhkan oleh kalangan industri dan akademisi terutama dalam hal analisa data dalam jumlah yang masif. Dengan spesifikasi hingga 32 cores dan 64 threads, dukungan RAM hingga 8 channels dan PCIe lanes hingga 128 PCI sudah pasti akan sangat berlebihan jika digunakan hanya untuk gaming.

Untuk lebih lengkapnya berikut adalah tabel produk AMD EPYC yang baru saja diluncurkan.

Ada 2 jajaran yang diperkenalkan oleh AMD, 2P prosesor dan 1P prosesor. 1P prosesor berarti dalam sebuah motherboard terdapat 1 buah prosesor dan 2P prosesor berarti dalam sebuah motherboard dapat digunakan 2 buah prosesor.

EPYC 7601 mengisi kasta tertinggi untuk EPYC 7000-series 2P prosesor dengan 32 cores dan 64 threads serta base frequency 2.2 GHz yang dihargai $4.200. Bisa dibayangkan apa saja yang bisa dilakukan oleh prosesor ini. Tapi bukan jumlah core ataupun thread yang menjadi nilai jual EPYC, melainkan harganya yang miring dibandingkan XEON. EPYC 7601 yang berharga $4.200 ini mengincar XEON 8176 yang memiliki 28 cores dan 56 threads yang dihargai $8.719. Dengan harga lebih dari 2 kali lipat, EPYC 7601 tentu menarik perhatian kalangan industri dan akademisi. Tentu kita masih bisa memperdebatkan mengenai harga XEON yang dihargai lebih dari 2 kali lipat dari EPYC karena XEON mendukung hingga 8 prosesor dalam sebuah motherboard sehingga superkomputer yang membutuhkan analisis komputasi yang super masif hanya memiliki pilihan XEON.

Tentu akhirnya konsumenlah yang menjadi pemenang di antara persaingan AMD dan Intel. Persaingan membuat harga yang ditawarkan akan menjadi lebih kompetitif yang sering kali berarti penurunan harga seperti yang terjadi antara Ryzen 7 dengan Intel 7th Gen yang memaksa Intel untuk mengoreksi harga sehingga menjadi lebih kompetitif di mata konsumen. Bagaimana pendapatmu antara peperangan AMD dan Intel yang menjalar hingga kelas server? Tinggalkan komentarmu di bawah.

Artikel Terkait: