Judul Game Indie Mungkin Bisa Mengubah Cara Game Besar Dibuat


Share

Gaming Boss, Tim Sweeney berkata bahwa judul game Indie bisa saja mengubah cara game terkenal dibuat akan datang.

Dia merupakan orang dibalik Epic Games yang membuat Unreal Engine, sebuah tool yang creator gunakan untuk membuat produk miliknya.

“Kita melihat game dengan budget ratusan juta kehilangan uang atau tidak bisa mendapatkan uang sama sekali,” kata Tim.

“Ada banyak potensial dalam membuat game tipe baru daripada membuat sebuah tim raksasa untuk mengembangkan genre yang sudah ada.”

“Eksperimen dari pengembang game independen merupakan hal yang sangat menarik dilihat pada industri game saat ini,” kata Sweeney di Gamescom – yang merupakan pertemuan game terbesar.

“Di sisi lainnya, industri yang kalian miliki memiliki tim sangat besar yang terdiri atas ratusan orang membuat game dalam skala besar yang bentuk dan isinya bisa tertebak dengan relatif mudah.”

“Tapi pengembang kecil yang terdiri mungkin 1 atau hingga 10 orang bergabung untuk membuat game yang sangat kreatif sehingga mendapatkan kesuksesan yang besar.”

Game seperti Rocket League, Goat Simulator, dan Player Unknown’s Battlegrounds (PUBG) telah menjadi salah satu cotnoh bahwa tim skalla kecil dapat berkompetisi dengan banyak orang yang bekerja pada franchise besar seperti Assassin’s Creed atau Call of Duty.

Dengan telah dimainkan oleh jutaan orang di seluruh bumi, menunjukkan kepopulerannya yang ditandai dengan banyak streamer memainkannya di website seperti Twitch dan YouTube.

PUBG sendiri dimulai sebagai modifikasi judul permainan shooting lainnya, dalam sebuah pulau terdapat 100 orang yang diterjunkan dengan tujuan menjadi yang terakhir bertahan. Pemain harus mencari senjata dan armor untuk bertahan. Menjadi game nomor 1 dalam platform Steam dan memiliki lebih dari 800.000 player aktif dalam satu waktu.

Microsoft mengumumkan di E3 bahwa game tersebut akan hadir di Xbox One dan telah menandatangani perjanjian penerbitan judul tersebut.

“Sangat penting bahwa industri game terus berkembang,” kata Tim kepada Newsbeat.

“Jika kamu melihat sejarah dari setiap video game yang telah melalui banyak sekuel dan pengembangan, seiring bertambahnya waktu banyak orang akan kehilangan daya tariknya.”

“Game tersebut semakin kompleks dengan setiap perilisannya tapi semakin sedikit pemain setiap peluncurannya sehingga pada akhirnya harus memulainya dari awal dan memikirkan ulang semuanya dari awal.”

Kesuksesan game seperti PUBG membuat Tim berpikir bahwa model yang perusahaan besar gunkan seperti mengeluarkan jutaan dollar dan merekrut ratusan orang untuk bekerja mengembangkan versi terbaru dari judul yang sudah ada akan berubah.

Tahun lalu, Call of Duty: Infinite Warfare terjual hampir dua juta kopi pada minggu pertama peluncurannya, turun 50% dibandingkan dengan versi sebelumnya.

Tim menjelaskan “Pengalaman dengan game skala kecil adalah yang kamu perlukan dan kesenangan dan gameplay yang baik maka banyak orang akan mengadopsi itu.”

“Magis dari PUBG adalah terdapat setidaknya 10 perbedaan dalam genre shooter yang dapat populer seperti PUBG.”

“Tapi tidak ada orang yang berani bereksperimen karena tim tersebut mengeluarkan sumber daya dalam jumlah besar untuk versi yang sedikit meningkat dari franchise mereka daripada memikirkan semuanya dari awal.”

“Itu juga menjadi sebuah resiko industri karena beberapa developer terenal terikat dengan tim 1000 orang mereka untuk membangun game yang sama dengan tahun sebelumnya, dengan hanya sedikit pengembangan.”

Artikel Terkait: