DNSCrypt, Program Penyelamat untuk Membuka Blokir Internet Positif


Share

Seiring berjalannya zaman, penyebaran informasi di Internet semakin mudah dan DNSCrypt menjadikan hal itu akan tetap mudah. Baik itu informasi positif dan informasi negatif, penyebaran informasi tidak pernah lebih mudah dari zaman ini. Permasalahan yang terjadi adalah pemblokiran tersebut sering kali membatasi dalam mendapatkan informasi yang penting seperti di bidang sainstek dan kesehatan. Dalam hal ini, Indonesia memiliki program bernama Internet Positif.

Banyak cara bagi pemerintah dalam memblokir konten di dunia maya. Tapi cara paling umum digunakan adalah dengan memblokir alamat IP melalui server DNS Nasional. Cara yang dinilai cukup ampuh karena setiap router diharuskan untuk mengakses basis data langsung dari server DNS untuk mencari IP dari setiap website yang terdaftar.

Oleh karena itu tidak sedikit orang yang menggunakan server DNS publik agar dapat mengakses konten tersebut. Mengubah DNS menjadi cara yang relatif mudah dan tanpa biaya karena bisa diubah langsung dari sistem operasi atau dalam skala lebih luas diubah dari router. Pemerintah juga tentu tidak mau kecolongan, dengan istilah non teknis, pemerintah sekarang “memaksa” agar setiap ISP mengalihakan ke DNS Nasional. Membuat pengaturan DNS di sistem operasi ataupun router menjadi kurang efektif.

Banyak cara untuk membuka blokir tersebut, sebut saja membuka dengan menggunakan Virtual Private Network (VPN) atau menggunakan proxy server. Kedua cara tersebut dinilai ampuh, tapi ada kelemahan besar di kedua metode tersebut, yaitu kecepatan koneksi. VPN dan Proxy Server gratis umumnya memiliki koneksi yang relatif pelan, sedangkan untuk yang memiliki kecepatan yang cukup bersifat berbayar belum lagi terdapat tambahan latency.

Ada lagi solusi menggunakan ekstension, sebut saja ekstension di Google Chrome bernama “Data Saver” yang disediakan langsung oleh Google. Ekstension yang bertujuan awal untuk mengcompress file dari website yang diakses langsung dari server Google untuk kemudian menyalurkannya ke Chrome. Jadi ISP “membacanya” sebagai koneksi dari server Google. Cara ini bisa dibilang cara termudah dan tercepat mengingat kredibilitas Google. Tapi tentu ada kelemahan tambahan, yaitu koneksi hanya sebatas pada Chrome saja. Bagaimana bila ada program yang membutuhkan akses tanpa melalui Chrome? Sebut saja mungkin ada IP dari layanan pesan instan yang diblokir.

DNSCrypt

DNSCrypt bisa dibilang menjadi metode paling efektif dan murah. Cara kerja DNSCrypt secara singkat adalah melakukan enkripsi koneksi dari PC Client menuju server DNS untuk meminimalkan keberadaan Man-in-the-Middle dalam hal ini adalah pemerintah melalui ISP. DNSCrypt memberikan akses penuh untuk setiap klien pada sebuah sistem ataupun jaringan. Program ini tersedia untuk setiap sistem operasi, mulai dari Windows, Mac, Android, iOS, bahkan sistem operasi router yang telah mendukung OpenWRT. Sudah banyak DNS resolver yang mendukung sistem ini, sebut saja Cisco OpenDNS serta d0wn DNS. Untuk memasang DNSCrypt, kalian dapat melihatnya langsung di dnscrypt.org. Penulis tidak memberikan prosesnya dengan harapan cara ini hanya bisa digunakan bagi mereka yang memiliki pengetahuan cukup dan mampu membedakan yang pantas dengan tidak pantas.

Perlu diperhatikan, penulis mendukung pembatasan konten negatif. Tapi dalam prosesnya, pembatasan konten tersebut kembali lagi pada sudut pandang dari pihak yang berhak memberlakukan blokir. Dengan DNSCrypt, setidaknya pengguna memiliki “nafas” tambahan di saat pemegang hak tersebut menyalahgunakan kekuasaannya.

Artikel Terkait: