Ulas Motherboard Maxsun B350FX Gaming Pro


Motherboard Maxsun merupakan brand dari Tiongkok, sebelumnya Maxsun berfokus pada bidang Graphic card dan menjadi salah satu yang terbesar di Tiongkok, pada tahun 2007 Maxsun mulai memperbesar bidang produksinya ke motherboard sampai dengan sekarang. Nah itu dia sedikit penjelasan tentang maxsun, sekarang langsung kita bahas mengenai motherboardnya.

Saat Diunboxing, didalam boxnya ada 2 Kabel SATA, 1 I/O Shield, 1 Buku Manual, dan 1 CD Driver. Jika kalian menggunakan Windows 10 pastikan terhubung dengan internet, Windows 10 akan langsung mendownload dan menginstall Driver yang dibutuhkan. Tapi jika untuk driver LAN dan Audio, semuanya sudah auto terinstall jika memakai windows 10.

Kembali ke motherboardnya, dari nama motherboardnya yang berembel embel gaming kalian sudah tahu fitur yang harus ada di motherboard ini pastinya lampu lampu yg nempel di mobo ini. Mobo ini masih menggunakan LED jadi hanya ada 1 pilihan warna, yaitu Hijau dengan karakter Maxsun dan kalian tidak bisa mematikan LEDnya. Untuk chipsetnya menggunakan AMD B350 jadi kalian bisa menggunakan semua processor mulai dari Athlon, APU A-series, dan Ryzen series

Pada back panel kalian akan mendapatkan 1 PS/2 Port, 2 USB 2.0, 2 USB 3.0, 2 USB 3.1, RJ45 LAN Port, dan Audio Jack. Jika menggunakan CPU seri APU untuk displaynya mobo ini menyediakan ada 3 pilihan, mulai dari DisplayPort, DVI, dan HDMI. Dengan adanya DisplayPort akan menjadi nilai tambah untuk yang senang bermain dengan resolusi tinggi. Untuk IO nya yang kurang hanyalah tidak ada Type C, tapi apakah sudah banyak yang menggunakan type C pada mobo, mungkin belum banyak.

Baca Juga:  Ulas Monitor Gaming AOC AGON AG241QG

Slot expansi yang disediakan 3 PCI-e x16 yang sudah mendukung CrossFire x dan 3 PCI-e x1. Untuk storagenya ada 4 Sata 3.0 dan 2 M.2 Slot yang mendukung SSD PCIe x2 untuk kecepatan transfer lebih dibandingkan dengan SSD SATA. Mengenai bios, mobo ini biosnya tidak memakai bahasa mandarin saja, ada bahasa inggris juga, jadi aman-aman saja bagi kalian yang penasaran dengan BIOS motherboard Maxsun.

Sekarang mari kita lihat benchmarknya  dengan sistem RIG: CPU AMD Ryzen 5 1400, Memory Geil EVO X 3200 2X8GB AMD Edition, GPU Radeon RX 560, Cooling Noctua NH U12S SE AM4. Power Supply XFX XTR 750watt. Ini dia benchmarknya

Benchmark Result
Cinebench R15 703
Cinebench R15 (Single Core) 134
Geekbench 3 Pro (Single-Core) 3827
Geekbench 3 Pro (Multi-Core) 14774
Geekbench 3 Pro Memory (single-Core) 4343
Geekbench 3 Pro Memory (Multi-Core) 5956
AIDA 64 Memory Read 47380
AIDA 64 Memory Write 47091
Fire Strike (Physic:10642) 5727
Fire Strike Extreme (Physic:10602) 2860
Time Spy (Physic:3606) 3606
Ashes of The Singularity 24
Rise of the Tomb Raider (min:29) 37
GTA V (min:26) 45
Baca Juga:  Kaleidoskop CPU 2017

Kelebihan dari motherboard ini selain harga yang murah adalah performa yang bisa dikatakan sangat bersaing dgn kompetitornya, bahkan dengan brand brand terkenal. Diluar dugaan, mobo ini sanggup menjalankan memory hingga 3600 dengan cukup mudah. Mengenai driver, pastinya jika untuk audio, LAN, dan USB, sudah auto terinstall jika memakai windows 10, apalagi jika kalian menyambungkan internet, windows 10 akan menginstal driver otomatis. Atau, bagi kalian yang tidak memakai windows 10, kalian bisa download driver di website resmi Maxsun yang sudah berbahasa inggris. Dengan adanya 3 slot pci express x16, 3 slot pci expres X1 dan 2 slot m.2, pastinya mobo ini juga bisa menjadi incaran para miners, karena bisa menampung hingga 8 VGA
Mengenai garansi, mobo ini mendapatkan 3 tahun garansi dengan ketentuan 1 tahun full replace 2 tahun service. Dari segi estetika juga sudah bisa dibilang cukup baik, mobo ini sudah memberikan LED pada bagian chipset, jalur audio, dan VRM. Oh iya, tidak lupa juga pada VRM nya telah diberikan heatsink dan pada IO panelnya juga diberikan cover.

Baca Juga:  Ulas Monitor Gaming AOC AGON AG241QG

Untuk kekurangannya, Di era segment mobo gaming, mobo ini masih memakai LED belum RGB dan modenya tidak bisa dirubah sedangkan sekarang sudah era nya RGB. Selanjutnya belum ada RGB header dimana mobo sekelasnya sudah mempunya RGB header, tapi bagi orang yang tidak suka RGB, hiraukan saja poin ini. Terus dengan adanya port Sata yang terbalik, jika kita memakai kabel Sata 90 derajat, maka kelihatan di mobo ini agak aneh. Tidak adanya PCI-Express Armor juga bisa dibilang menjadi kekurangan tapi mengingat harga motherboard ini, point ini bisa di maklumi. Jika kalian memang memakai VGA high end kenapa pula kalian ambil mobo mid end. Pengaturan Overclocking Memory pada BIOS juga perlu dibenahi karena pada saat troubleshooting memory, urutan timing memory terkadang tidak berurutan, dan setelah di clear CMOS semua kembali normal.

Artikel Terkait:

Share