Asus Zenfone 4 Max, Smartphone Baterai Kapasitas Besar

Asus Zenfone 4 Max

Siapa yang dulu menyangka kalau Asus bakal serius dalam dunia smartphone melalui seri Zenfone miliknya. Sudah sampai ke generasi ke-4 sekarang dengan seri Zenfone 4 Max. Apa saja peningkatan yang dimiliki smartphone dengan harga jual Rp. 2.299.000 ini?

Dari semua lini Zenfone 4, seri Max lebih ditujukan untuk kapasitas baterai yang luar biasa besar. Dengan kapasitas baterai 4.100 mAh dan resolusi layar 720 x 1280 pixel, dipastikan ponsel ini bisa dipakai seharian tanpa perlu khawatir baterai habis. Bahkan Asus berani membundling Zenfone 4 Max ini dengan USB OTG+ yang bisa digunakan untuk membagi baterai dengan smartphone lain.

Asus Zenfone 4 Max

Untuk spesifikasi juga bisa bersaing dengan smartphone di rentang harga yang sama, bedanya Zenfone 4 Max punya Asus yang after salesnya banyak tersebar di Indonesia jadi kalau ada masalah kalian bisa menemukan tempat servis yang banyak tersebar.

Processor menggunakan Qualcomm Snapdragon 425 dengan RAM 3 GB dan ROM 32 GB. Processor itu kalau disandingkan dengan layar 5,2 inch HD sudah pasti akan responsif. Layarnya juga sudah menggunakan teknologi IPS untuk tampilan yang jernih. Bagian kamera, kalian akan mendapatkan dua kamera utama 13 MP + 5 MP dan kamera selfie 8 MP. Memang terkesan seadanya, tapi memang Asus memang lebih fokus pada fitur baterai dibandingkan fitur lainnya pada seri Max. Sistem operasinya juga sudah menggunakan Nougat 7.0, memang bukan yang terbaru, tapi Asus pernah menjanjikan Zenfone 3 dan Zenfone 4 akan mendapatkan update Oreo 8.0 jadi tinggal masalah waktu saja.

Asus Zenfone 4 Max

Kalau dilihat dari harga jualnya, spesifikasi yang ditawarkan tergolong bagus apalagi kalau kalian mencari smartphone yang memang bisa dibawa seharian keluar tanpa perlu khawatir kehabisan baterai Desainnya juga relatif bagus, sudah terdapat fingerprint di depan yang multifungsi sebagai tombol home. Secara pribadi, penulis lebih menyukai penempatan tombol home di bagian depan layar, mungkin secara estetika tidak memberikan kesan “immersive”, tapi penulis sering menyalakan handphone saat masih di atas meja hanya untuk melihat notifikasi dan sebagainya. Mungkin ini hanya bersifat subjektif saja sampai teknologi baru bisa dinikmati lebih banyak orang.

Share