Internet of Things (IoT) dan Pengaruhnya pada Kehidupan Manusia


Share

Tidak dapat dipungkiri kalau satu tahun terakhir perkembangan Internet berkembang sangat pesat hingga istilah Internet of Things atau sering disingkat IoT menjadi populer. Tidak banyak yang mengerti apa sih maksud dari Internet of Things karena kalau frasa “Internet of Things” kita terjemahkan bulat-bulat ke Bahasa Indonesia menjadi susah dimengerti.

Kita jabarkan maksud dari Internet of Things. Internet of Things sederhananya adalah semua hal termasuk manusia dan perangkat (Things) yang membutuhkan koneksi Internet. Semua barang yang termasuk dalam jenis Internet of Things seperti smartphone, komputer, laptop, smart watch, bahkan hingga kulkas pintar, TV pintar, dan lampu pintar. Jadi secara tidak sadar masyarakat sudah mulai bergeser untuk menggunakan IoT dalam kehidupan sehari-hari karena smartphone menjadi salah satu perangkat IoT yang ada.

Apa pengaruhnya pada kehidupan manusia? Sekarang bayangkan kalau setiap benda dan manusia yang ada di Bumi ini terhubung dengan jaringan Internet. Kalian bisa melakukan apa saja, di mana saja, kapan saja tanpa perlu usaha lebih. Contoh dalam kehidupan sehari-hari, saat kalian akan liburan dan meninggalkan rumah sehingga rumah menjadi kosong, dengan adanya IoT kalian bisa melihat kondisi rumah kalian kapan saja, mengatur jadwal menyalakan lampu dan mematikan lampu di mana saja, atau bahkan kalian bisa mengunci pintu rumah kalian dari mana saja selama koneksi Internet ada.

Internet of Things Smart City

Skala besar dari IoT adalah konsep Smart City, konsep Smart City ini bukan berarti hanya kota yang memiliki koneksi Internet. Koneksi Internet adalah langkah pertama dari IoT, langkah selanjutnya adalah bagaimana cara pemerintah mengintegrasikan koneksi Internet dengan semua infrastruktur yang ada di kota. Smart City berarti mempermudah pemerintah mengatur kota dengan memanfaatkan internet. Contohnya yang sudah ada di kota-kota besar adalah bagaimana cara pemerintah mengawasi lalu lintas dengan CCTV yang terhubung dengan koneksi internet. Dalam skala besarnya, mungkin dengan IoT pemerintah beserta masyarakat dapat melihat posisi dan jadwal secara langsung dari setiap transportasi yang diinginkan. Kita ambil contoh Busway milik Transjakarta dengan Smart City melalui IoT kita bisa melihat posisi sesungguhnya dari setiap Bus. Dengan IoT, pemerintah juga bisa melihat konsentrasi manusia paling padat pada kota mereka melalui banyaknya koneksi internet pada sebuah wilayah sehingga mempermudah dalam memberikan pelayanan yang lebih optimal.

Contoh kecil sehari-hari lainnya yang mungkin masih sangat jarang di Indonesia adalah bagaimana dengan sebuah Smartphone kalian bisa menyalakan mobil bahkan dari kamar, mempersiapkan kopi dari kamar, memperkirakan masakan-masakan yang bisa dibuat berdasarkan bahan makanan yang ada di dalam kulkas serta mengawasi tanggal kadaluarsa produk yang ada di kulkas.

Internet of Things DDoS Distributed Denial of Service

Tapi sisi buruk dari IoT adalah hilangnya privasi setiap individu karena setiap Individu akan terlacak posisinya karena terhubung dengan Internet. Masalah keamanan juga jadi pembahasan yang sering mengingat setiap benda yang terhubung dengan Internet bisa dimanipulasi. IoT bahkan sering digunakan untuk melakukan penyerangan Distributed Denial of Services mengingat jenis serangan ini benar-benar hanya mengandalkan kuantitas serangan dibandingkan dengan kualitasnya setiap perangkat yang ada di dunia hanya perlu mengirimkan beberapa byte data secara terus menerus pada sebuah server yang menjadi target serangan sehingga lumpuh. Keamanan rumah kalian juga akan menjadi rentan saat hacker sudah masuk ke jaringan rumah, mereka dapat menikmati semua fasilitas yang kalian nikmati di rumah.

Artikel Terkait: