Format Foto Masa Depan AV1 hasil Kolaborasi Google dan Mozilla akan Menggantikan JPEG dan HEIC

Image Format AV1

Share

Siapa yang tidak mengenal Google dan Mozilla, dua perusahaan yang sama-sama dikenal dengan web-browser antar-platform milik mereka, yaitu Chrome dan Firefox akan berusaha mendorong adopsi dari format gambar web untuk menggantikan format JPEG yang sudah menua serta dinilai tidak efisien dan juga HEIC yang menggunakan lisensi. Kedua perusahaan tersebut menjadi pemimpin dari sebuah konsorsium bisnis internet dengan nama “Alliance for Open Media” untuk mendorong penggunaan dan standarisasi format file gambar terbaru, AV1. Pada pengujian awal menunjukkan file AV1 memiiki ukuran file 15% lebih kecil dari HEIC dengan kualitas yang mirip, serta mampu mengurangi hingga setengah ukuran JPEG untuk kualitas yang mirip. Apple sendiri menggunakan HEIC sebagai format file gambar untuk iOS dan MacOS sedangkan format JPEG, PNG, dan GIF terus menjadi format gambar web yang dominan yang telah digunakan selama lebih dari dua dekade sekarang.

500px AV1

“Terkesan ‘lucu’ bahwa kita masih mengandalkan teknologi kompresi dari 20 tahun yang lalu,” ucap Kelly Thompson, General Manager di 500px, sebuah situs berbagi dan penjualan foto. “Peralatan yang kami gunakan untuk mengambil dan menampilkan gambar sekarang sudah melebihi kemampuan JPEG.” JPEG sendiri tidak hanya sudah tidak efisien, tapi juga memiliki permasalahan keterbatasan palet warna serta kurangnya dukungan transparansi. Dengan mengadopsi format file gambar yang lebih baru, seharunya dapat mengurangi kebutuhan bandwidth yang bermanfaat bagi pengguna akhir yang menggunakan koneksi lambat atau terbatas serta juga menguntungkan bagi penyedia layanan seperti ISP.

Tapi memang, sepertinya butuh waktu tambahan hingga akhirnya format file gambar baru bisa diadopsi. Mengingat kamera DSLR sekalipun masih memproduksi file dengan format JPEG. Tapi mengingat penetrasi smartphone sudah sangat tinggi, sepertinya hanya tidak akan jadi masalah dalam mengadopsi format file AV1, mengingat sebagian besar smartphone yang ada di pasaran adalah Android milik Google.

Artikel Terkait: