“Perampokan” Terbesar Dalam Sejarah, Bursa Mata Uang Digital Jepang “Coincheck” Dibobol


Share

Seiring teknologi semakin berkembang, jenis perampokan juga semakin bervariasi. Jika dulu perampokan lembaga keuangan seperti pada film Hollywood dengan menggunakan topeng dan senjata untuk menggasak uang. Zaman sekarang sepertinya tidak perlu lagi menggunakan masker, cukup dengan teknologi.

NEM Coincheck Cryptocurrency Mata Uang Digital

Kali ini yang menjadi korban perampokan (atau mungkin lebih tepat disebut hacking dalam kasus ini) adalah Coincheck yang adalah bursa mata uang digital Jepang. Mereka sendiri menangani sekitar 3% dari total transaksi cryptocurrency di dunia. Mereka sedang dihadapi masalah pembobolan dengan nilai berkisar $500 juta dari berankas crypto mereka. Perampokan tersebut sebenarnya lebih dikhususkan pada mata uang digital NEM yang jika dikonversikan bernilai $532 juta. Berita ini muncul setelah Coincheck memberhentikan semua kegiatan transaksi NEM pada saat dimulai pagi ini tanpa adanya peringatan apapun sehingga membuat investor NEM dan pengguna Coincheck waspada. DItambah lagi ada laporan bahwa mata uang digital Ripple juga jadi sasaran pembobolan dengan nilai $123 juta.

Untuk sekarang, mereka hanya mengeluarkan sebuah update yang mengatakan bahwa “Memasukkan NEM pada Coincheck sekarang ini sedang dilarang. Memasukkan (NEM) pada akun milik kalian tidak akan terlihat pada tabungan, dan kami menganjurkan semua pengguna untuk menahan simpanan hingga pelarangan dicabut.” Tapi hingga sekarang tidak ada konfirmasi lebih lanjut mengenai perampokan tersebut. Tapi Nikkei (bursa efek Jepang) melaporkan bahwa Coincheck telah memberikan laporan pencurian kepada Lembaga Keuangan setempat dan Polisi. Jika benar berita tersebut terkonfirmasi, hal ini akan jadi perampokan terbesar dalam sejarah dunia keuangan (dan uang digital).

Artikel Terkait: