EA Menguji Coba Kecerdasan Buatan Adaptif Di Battlefield 1


Share

Belakangan ini Electronic Arts telah mulai menguji coba A.I (kecerdasan buatan) yang bisa belajar dan beradaptasi dalam game Battlefield 1. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari perkembangan industri gaming yang semakin pesat, yang membutuhkan adanya kecerdasan buatan yang makin inovatif. Proyek ini terinspirasi oleh kecerdasan buatan karya Google, yang dinamakan Deepmind.

Deepmind sendiri tahun lalu telah berhasil mengalahkan pemain Weiqi terbaik dunia, Ke Jie. Sekarang, dengan seizin Blizzard, para pencipta Deepmind telah mendapatkan akses ke arsip data untuk 65,000 pertandingan StarCraft, yang dapat digunakan untuk melatih kecerdasan buatan mereka dalam melawan pemain-pemain terbaik StarCraft di dunia.

Kembali ke Electronic Arts dan Battlefield 1, kecerdasan buatan mereka sekarang tengah dilatih dengan menunjukkan rekaman permainan 30 menit dari berbagai pemain BF1 terbaik dunia. Selanjutnya, mereka dilepas di dalam game untuk belajar dan beradaptasi sendiri selama 6 hari.

battlefield 1

Sejauh ini, hasil yang ditunjukkan cukup menarik. Bot yang dilengkapi dengan AI ini dapat bertindak layaknya satu kesatuan yang kohesif dan terkoordinir. Para bot juga telah belajar untuk menyimpan amunisi jika mereka mulai kehabisan peluru. Namun menurut Magnus Nordin yang adalah direktur teknis EA, kelemahan A.I mereka hingga saat ini adalah dalam aspek perencanaan dan antisipasi. Para bot kadang juga berputar-putar di satu daerah jika tidak ada musuh atau titik penting yang perlu diambil.

Tapi Nordin menambahkan, bahwa tujuan utama dari latihan tersebut adalah untuk membantu tim developer dalam mengembangkan A.I yang lebih baik lagi, yang dapat memberikan perlawanan berarti saat berhadapan dengan gamers manusia. Dalam tes yang sudah digelar, para bot berhasil dikalahkan oleh tim manusia dengan peraturan match yang hanya mengizinkan semua peserta menggunakan pistol. namun Nordin tidak kecewa, karena tim bot hanya kalah dengan skor tipis.

battlefield 1

Menurut EA, hal seperti ini sudah dicoba di berbagai game lain sebelumnya. Namun ini pertama kalinya kecerdasan buatan adaptif ini dicoba dalam game FPS (first-person shooter) dengan skala sebesar dan serumit Battlefield 1. Nordin sendiri optimis bahwa kecerdasan buatan dengan kemampuan adaptasi dan belajar sendiri ini, akan masuk ke industri game dalam waktu dekat.

Artikel Terkait: