Hacker Asal Surabaya Retas Sistem di 44 Negara


Share

Mahasiswa asal Surabaya ditangkap oleh Polda Metro Jaya karena melakukan peretasan terhadap 600 website yang tersebar di 44 negara. Mahasiswa yang masih kuliah di Jurusan Teknologi Informatika (IT) ini melakukan kejahatan dengan cara menerobos sistem website perusahaan maupun perorangan dan melakukan pemerasan kepada korbannya. Mereka menggunakan metode SQL Injection dimana metode ini dapat merusak database sebuah website.

Kasus ini terungkap setelah pihak Polda Metro Jaya menerima informasi dari pusat pelaporan kejahatan New York, Amerika Serikat. Berdasarkan laporan tersebut ternyata pelaku menggunakan IP Address yang berada di Indonesia tepatnya di Surabaya. Para tersangka memiliki 3000 sistem yang menjadi target dari sasaran kejahatan mereka.

Awalnya peretas merusak sistem para korban terlebih dahulu setelah itu mereka menawarkan perbaikan dengan tarif tertentu, jika penawaran ditolak maka para tersangka akan merusak sistem para korbannya. Sejak dimulai aksinya pada 2017 para hacker ini sudah mendapatkan keuntungan sebanyak Rp. 200 juta. Para hacker ini tergabung dalam komunitas hacker Surabaya Black Hat (SBH).

Artikel Terkait: