Komputer 100 Kali Lebih Cepat Dengan Microchip Terahertz


Share

Bagi kalian yang sering ulik sama masalah komputer tentu tidak asing dengan istilah Hertz. Benar sekali, Hertz adalah satuan untuk menyatakan banyaknya gelombang dalam satu detik. Dalam dunia komputasi, istilah Hertz digunakan untuk menghitung seberapa banyak si prosesor menyelesaikan satu siklus perintah dalam satu detik. Misalkan jika komputer kalian memakai memiliki kecepatan 2 GHz (GigaHertz), berarti prosesor tersebut mampu menyelesaikan siklus sebanyak 2 miliar kali dalam satu detik.

Nah, berbicara mengenai Hertz dan GigaHertz, baru-baru ini peneliti mengembangkan sebuah teknologi yang memungkinkan komputer kita berjalan 100 kali lebih cepat menggunakan microchip TeraHertz.

“Penemuan ini nantinya akan mengisi kekosongan yang terjadi pada tingkat TeraHertz dan membuat perangkat nirkabel yang baru dan lebih bertenaga serta mampu mengantarkan data dengan kecepatan jauh lebih kencang daripada sebelumnya,” ujar salah satu peneliti, Uriel Levy, dari Universitas Hebrew Yerusalem, Israel, seperti dikutip dari laman GadgetNow.com. “Ini adalah suatu tantangan teknologi pada era dimana teknologi semakin berkembang dengan pesat,” imbuhnya.

Microchip Terahertz sedang dalam penelitian

Microchip Terahertz sedang dalam penelitian 

Hingga saat ini, dua kendala utama untuk menciptakan microchip dengan kecepatan Terahertz ini adalah overheating (terlalu panas) dan skalabilitas (proses untuk menangani beban baru yang diberikan). Bagaimanapun, dalam jurnal Laser and Photonic Review, para peneliti menunjukkan bukti dari konsep teknologi optik yang mengintegrasikan komunikasi menggunakan kecepatan cahaya dan ketahanan skalabilitas dari perangkat.

Komunikasi optik mencangkup semua teknologi yang menggunakan cahaya dan ditransmisikan lewat kabel serat optik seperti internet, penyimpanan cloud dan pusat data. Komunikasi optik adalah komunikasi tercepat, namun jika diubah dalam bentuk microchip akan ditemui kendala seperti yang disebutkan sebelumnya, yaitu ketahanan dan sulitnya membawa beban yang begitu besar.

Sekarang, Levy dan timnya akan menggunakan bahan utama bernama Metal-Oxide-Nitride-Oxide-Silicon (MONOS) yang akan membuat sirkuit integrasi baru sama seperti yang digunakan pada flashdrive. Jika berhasil, teknologi ini akan menjanjikan kecepatan sebesar 8-16 GigaHertz yang mana akan semakin mendekati puncak kemajuan bidang komunikasi, TeraHertz.

Artikel Terkait: