Chrome Canary Mengungkapkan Pembaruan User Interface


Share

Google telah memperkenalkan perubahan pertama pada tampilan antarmuka pengguna (user interface/UI) Chrome dalam dua tahun, dengan fokus pada bentuk browser tab dan elemen top-of-window lainnya. Perubahan tersebut hadir pada Chrome Canary.

Versi tersebut adalah versi yang paling mentah dan sejauh ini hanya tersedia untuk Windows, UI yang ditingkatkan dengan membuat penyesuaian tersembunyi di balik pengaturan eksperimental. Untuk melihat UI, pengguna harus mengetik chrome://flags di address bar, lalu carilah bagian “UI Layout for the browser’s top chrome” di halaman tersebut. Setelah UI Layout dapat ditemukan, ubah pengaturan dari “Default” menjadi “Refreshed” dan jalankan kembali Chrome.

Perubahan yang paling kasat mata dan dapat disadari saat ini dari tampilan tersebut adalah bagian tab, yang sebelumnya berbentuk persegi panjang dengan sudut atas yang agak bundar, kini berganti bentuk menjadi trapesium. Tab yang aktif juga sedikit lebih cerah tampilannya, dari warna abu-abu yang sangat terang hingga putih polos, membuat tab yang sedang aktif lebih menonjol dibandingkan tampilan sebelumnya.

Address bar pada Chrome yang oleh sebagian orang di Google masih menyebutnya dengan nama “Omnibox” juga telah dibulatkan, menggantikan tepian sisi kiri yang datar dengan sebuah kurva. Meskipun perubahan yang ada tampak kecil, desainer Google meyakini bahwa tab adalah bagian yang penting bagi UI.

Sebastien Gabriel selaku perancang visual Google menuliskan sebuah posting di tahun 2016, yang panjang dan mendetail mengenai perbaikan pada Chrome sebelumnya “Elemen kunci yang orang pikirkan tentang UI utama milik Chrome adalah tab dan ikonnya.” Gabriel juga menegaskan bahwa perancangan ulang dua tahun yang lalu tersebut adalah untuk menjembatani kesenjangan antara bahasa desain baru mereka di ponsel dan tampilan versi desktop mereka yang semakin usang. Sebuah proses yang akan terus berlanjut.

Perubahan lain yang sudah diterapkan yaitu pemisah vertikal di ujung kanan ikon add-on dan juga foto pengguna yang ditautkan dari akun Google terkait, dengan asumsi bahwa pengguna telah masuk ke Chrome.

Menurut Ron Amadeo dari Ars Technica, yang memberikan laporan setiap hari Senin, tentang desain ulang tampilan antarmuka pengguna Chrome, lebih banyak perubahan telah diungkapkan pada dokumen internal Google yang ditemukan dalam pelacak bug yang bernama Chromium. Chromium adalah proyek open-source, yang dikelola oleh para insinyur Google, yang membuat fondasi untuk penjelajah web milik Chrome. Amadeo menyoroti beberapa hal, termasuk pergeseran tombol tab baru dari sisi kanan di sebelah kiri adress bar.

Artikel Terkait: