Bitcoin Kembali Menanjak

Bitcoin Kembali Menanjak

Share

Nilai bitcoin kembali menanjak signifikan selama seminggu terakhir, setelah mengalami periode yang cukup relatif stabil, di sekitar angka $ 9.000 Amerika Serikat (AS) per 1 bitcoin. Jika tren positif terus berlanjut, diprediksi nilai tukar bitcoin akan menembus level $ 10.000 AS dalam beberapa hari mendatang. Nilai dari cryptocurrency tersebut mengalami volatilitas tidak menentu sejak pertengahan Desember tahun lalu. Bahkan, nilai tukar bitcoin pernah mencapai rekor tertinggi, lebih dari $ 19.850 AS. Harganya kembali terjun bebas pada bulan Januari dan Februari. Hal ini dikarenakan, pada bulan-bulan tersebut, banyak pemerintahan dan bank sentral di seluruh dunia memperbincangkan isu kebijakan yang mungkin akan dikenakan terhadap cryptocurrency nantinya.

Sebelum natal 2017, nilai Bitcoin sempat anjlok, turun sebesar $ 2.000 AS hanya dalam waktu satu jam dan hampir tergelincir di bawah angka $ 11.000 AS. Kemudian sempat bangkit sebelum jatuh lagi pada pertengahan Januari. Pada Maret 2018, terjadi penurunan nilai bitcoin yang berada di bawah $ 10.000 AS. Bahkan, pada bulan tersebut, nilai bitcoin mencapai nilai terendahnya, yaitu sekitar $ 6.500 AS, sebelum rebound ke angka $ 7.000 AS.

Dengan nilai saat ini, tingkat pertumbuhan bitcoin berada pada level enam persen, dari minggu ke minggu, sejak awal April 2018. Saat ini, nilai bitcoin merangkak naik, lebih dari 35 persen dari bulan lalu. Kenaikan tersebut terjadi di tengah-tengah kelesuan mata uang digital lainnya.

Bagi para penambang bitcoin atau biasa disebut minner, kabar ini jelas merupakan angin segar. Hal ini terjadi karena mereka dapat meningkatkan pemasukan sekaligus aset mereka. Namun bukan perkara mudah untuk dapat memanfaatkan kesempatan ini. Dibutuhkan perangkat mumpuni untuk dapat menggali bitcoin. Satu hal yang jelas, untuk dapat mendapatkan bitcoin secara maksimal, diperlukan perangkat komputer yang tidak murah.

Salah satu komponen pendukung aktivitas penambangan ialah visual graphic adapter (VGA). Kalian yang ingin atau sudah menjadi miner bitcoin memerlukan VGA dengan hash rate yang tinggi. Hash rate yang lebih tinggi jelas akan meningkatkan peluang kalian untuk memecahkan masalah matematika, menyegel blok, dan juga mengumpulkan ‘hadiah’. Selain VGA, komponen central processing unit (CPU) lainnya juga tentu harus mendukung. Karena merakit komputer untuk keperluan mining tidaklah murah maka solusinya adalah accelerated processing unit (APU) dari AMD.