CEO WhatsApp Mengundurkan Diri

CEO WhatsApp Mengundurkan Diri

Share

Co-founder dari  aplikasi yang kini telah dimiliki oleh Facebook sekaligus CEO WhatsApp mengundurkan diri dari perusahaan karena ketidaksetujuannya terhadap kebijakan privasi dan enkripsi yang diterapkan oleh Facebook. Akhirnya, Jan Koum harus berpisah dari perusahaannya sendiri yang dikenal sebagai messaging apps yang paling favorit karena simple,ringan,aman, dan tanpa iklan. Jan Koum juga akan mengundurkan diri dari jajaran dewan direksi Facebook. Padahal. peran tersebut didapatnya dari sebuah negosiasi ketika WhatsApp diakuisisi oleh Facebook sebesar $ 19 milyar Amerika Serikat (AS) pada tahun 2014, menurut Washington Post. Dengan ini, ia mengikuti jejak pendiri WhatsApp lainnya, Brian Acton, yang telah lengser pada akhir tahun lalu.

“Sudah hampir satu dekade rasanya Brian dan saya memulai WhatsApp. Perjalanan bersama perusahaan ini merupakan pengalaman yang menakjubkan karena dapat bekerja sama dengan orang-orang terbaik. Tetapi sudah waktunya bagi saya untuk move on,” tulis Koum di profil Facebook miliknya. “Saya akan meluangkan waktu untuk melakukan hal-hal yang saya nikmati, selain teknologi, seperti mengumpulkan Porsche yang langka, mengerjakan mobil, dan bermain frisbee. Saya pun akan tetap meneriakan sorak-sorai terhadap WhatsApp dari luar perusahaan.”

Jan Koum dan Brian Acton mengembangkan WhatsApp dengan berfokus terhadap privasi pengguna dan mereka menghinakan WhatsApp dari iklan. Ketika WhatsApp dibeli oleh Facebook, Koum berjanji kepada pengguna bahwa nilai-nilai yang sebelumnya dijunjung tinggi tidak dapat dikompromikan lagi. Koum mengatakan “Kalian masih dapat mengandalkan WhatsApp yang sama sekali tidak ada iklan yang dapat mengganggu komunikasi. Tidak akan ada kemitraan antara WhatsApp dan Facebook jika kami harus berkompromi terhadap prinsip-prinsip utama yang akan selalu menentukan arah perusahaan, visi, dan juga produk kami.” Kedua pendiri WhatsApp itu dikenal tegas dalam menjaga layanan WhatsApp bebas iklan sekaligus tidak ingin privasi penggunanya terganggu.

Facebook mengubah kebijakan WhatsApp yg saat ini sudah mempunyai 1,5 milyar pengguna sehingga bisa mengakses data pengguna WhatsApp, dari nomor sampai ponsel dan OS apa yang digunakan. Konflik makin memanas setelah WhatsApp ditekan untuk menghasilkan uang. Selain itu enkripsi atau keamanan terhadap data WhatsApp diperlemah agar pemasang iklan lebih mudah menggunakannya. Pihak Facebook sendiri sudah terang-terangan menyatakan bahwa WhatsApp akan lebih terbuka pada iklan. Hal itu diungkapkan oleh David Marcus selaku Vice President of Messaging Product Facebook.

WhatsApp mengumumkan akan mulai berbagi beberapa data pengguna, termasuk nomor telepon, dengan Facebook pada tahun 2016. Tindakan tersebut merupakan sebuah langkah yang dianggap sangat tidak populer oleh kalangan pembuat kebijakan di Eropa, yang juga memerintahkan agar Facebook berhenti mengumpulkan data dari pengguna WhatsApp dan dikenakan denda kepada perusahaan tersebut.

Sejak saat itu, WhatsApp mulai membangun dan menguji alat gratis yang dapat membantu bisnis menggunakan WhatsApp untuk menjangkau pelanggannya dengan harapan, WhatsApp dapat mengenakan biaya kepada para pelaku bisnis ke depannya.