Dengan MapLite, Mobil Nirawak Berkendara Tanpa Peta?

Dengan MapLite, Mobil Nirawak Berkendara Tanpa Peta?

Share

Selain sensor dan perangkat lunak, peta adalah komponen kunci untuk suatu kendaraan tanpa awak. Agar dapat beroperasi secara aman, kendaraan nirawak perlu mengetahui apa yang ada di sekitar mereka dan dimana mereka berada.

Namun, bumi begitu besar dan luas. Masih banyak jalan yang belum terpetakan secara akurat. Itulah alasan mengapa trio perusahaan mobil asal Jerman berani membayar hingga miliaran dolar untuk para pembuat peta otomotif terkemuka. Hal yang sama juga menjadi alasan mengapa sistem Super Cruise untuk kendaraan semi-autonomous Cadillac hanya dapat beroperasi tanpa bantuan manusia di jalan-jalan yang telah dipetakan secara tepat.

Oleh karena itu, beberapa ahli percaya bahwa dibutuhkan waktu yang cukup lama bagi sebuah mobil tanpa awak untuk bisa menjadi mainstream. Saat ini, sekelompok peneliti dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), Computer Science dan Artificial Intelligence Laboratory (CSAIL), telah mengembangkan cara bagi mobil self-driving untuk dapat menafsirkan lingkungan di sekitarnya tanpa harus tergantung pada database pemetaan yang mahal.

Mereka menamakannya MapLite, solusi yang menggunakan peta topografi dasar serta gratis dari OpenStreetMap dikombinasikan dengan global positioning satelite (GPS), sistem deteksi yang bekerja berdasarkan prinsip radar, dan sensor pengukuran inersia.

Dengan MapLite, Mobil Nirawak Berkendara Tanpa Peta?

Mayoritas mobil nirawak, yang saat ini sedang diuji coba di jalan raya, membutuhkan jalur yang ditandai dengan baik atau tergantung pada peta tiga dimensi. Sedangkan teknologi dari MIT, MapLite, tidak memerlukan keduanya.

Pada suatu percobaan, tim CSAIL melengkapi suatu Toyota Prius dengan teknologi dan sensornya. Hasilnya, mobil tersebut berhasil berjalan di pedesaan yang tidak beraspal di daerah Massachusetts. Dalam sebuah laporan penelitian pada konferensi internasional tentang robotika dan otomasi di Brisbane, Australia, tim CSAIL mengatakan bahwa teknologi mampu membuat suatu mobil melaju dengan kecepatan lebih dari 107,8 kilometer per jam.

Tim CSAIL bukanlah satu-satunya pihak yang mencoba untuk mengajarkan mobil agar dapat berjalan tanpa peta yang terperinci. Tesla juga mendukung penuh penggunaan teknologi “fleet learning” yang mampu membuat kendaraannya mengumpulkan data di jalanan dan lalu membagikannya dengan kendaraan Tesla lainnya. Hal tersebut mampu dilakukan oleh kendaraan Tesla tanpa perlu tergantung pada peta terperinci.

Meskipun teknologi MapLite dari CSAIL dapat berjalan tanpa peta yang detail, teknologi tersebut tidak dapat digunakan di banyak tempat. Sistem tersebut belum dapat mengimbangi perubahan sudut kemiringan. Sehingga, saat ini, MapLite tidak akan berfungsi di permukaan dataran tinggi.

“Alasan pendekatan tanpa menggunakan peta ini belum sepenuhnya dapat dilakukan adalah karena pada umumnya, jauh lebih sulit bagi MapLite untuk mencapai akurasi dan keandalan yang sama dengan peta yang terperinci,” kata Teddy Ort.

 

(dilansir dari pcmag.com)

Artikel Terkait: