Fitur Sleep Mode pada Facebook Messenger Kids Bagian Kedua (2/2)

Facebook Messenger Kids

Share

Tidak seperti permainan Kik yang bersifat predator, atau aplikasi sosial yang berfokus pada popularitas seperti Instagram, maupun aplikasi yang pesannya lenyap beberapa saat kemudian seperti Snapchat, Facebook Messenger Kids memudahkan orang tua untuk memilih kontak mana saja yang dapat berkomunikasi dengan anak mereka dan mengendalikan pengalaman apa saja yang dapat dieksplor olehnya. Dan, sebagai cadangan, para orang tua memiliki salinan aplikasi di ponsel mereka sendiri. Jadi, saat mereka tidak dapat mengawasi anaknya secara langsung, mereka dapat melihat pesan apa saja yang dikirimkan oleh anaknya.

Dengan fitur sleep mode yang baru, para orang tua bisa menonaktifkan Messenger Kids pada saat-saat tertentu. Artinya, tidak ada lagi panggilan video selepas 20.00 dengan teman baiknya. Lalu, tidak ada lagi aktivitas berkirim pesan pada saat anak-anak tertidur.

Untuk melakukan konfigurasi pada sleep mode, orang tua perlu mengakses setelan pada Facebook’s Messenger Kids dari aplikasi Facebook utama dan mengetikan nama anaknya. Selanjutnya, orang tua bisa membuat pengaturan yang berbeda untuk hari kerja maupun akhir pekan. Jika anak mencoba menggunakan aplikasi selama waktu yang telah ditentukan, mereka akan melihat pesan yang mengatakan bahwa aplikasi dalam keadaan sleep mode dan menyaranakan mereka untuk kembali lagi nanti.

Orang tua bisa menambahkan atau menghapus kontak, menghapus akun anaknya, atau membuatkannya akun yang baru dengan menggunakan Control Panel. Facebook menyarankan agar orang tua terlebih dahulu berdiskusi dengan anak-anak mengenai apa saja batasan yang mereka sepakati saat mengaktifkan sleep mode.

Facebook Messenger Kids

Facebook Messenger Kids sumber gambar: techradar.com

Tampak jelas bahwa beberapa orang tua mencibir fitur Control Panel karena mereka berpikir bahwa hal itu tampak seperti membagi tugas mengasuh anak kepada teknologi. Bukan! Ini semua adalah tentang bagaimana menggunakan alat dan teknik megasuh anak secara bersamaan. Entah itu untuk mengingatkan anak mengenai waktunya berhenti menggunakan internet, meletakan ponsel, menyaring akses internet, atau hal lainnya yang dapat dimanfaatkan oleh orang tua.

Tidak dapat dipungkiri bahwa aplikasi ini berasal dari perusahaan yang sedang mengalami masalah kerahasiaan data penggunanya. Walaupun demikian, dalam beberapa bulan, aplikasi ini telah diunduh sekitar 325.000 kali, menurut data dari Sensor Tower. Aplikasi ini tersedia untuk Android juga iOS.

 

(dilansir dari techradar.com)

Artikel Terkait: