Uber Berencana Meluncurkan Layanan Taksi Terbang

Uber Berencana Meluncur Layanan Taksi Terbang

Share

Pada 2018, Uber banyak menutup bisnisnya di berbagai negara. Hal tersebut dilakukan karena perusahaan mengalami banyak pendarahan dalam hal keuangan. Walau demikian, Uber pantang menyerah. Bahkan, mereka memiliki suatu proyek ambisius berupa taksi terbang.

24 Mei 2018, Uber mengumumkan bahwa pihaknya memiliki rencana untuk menginvestasikan $ 23,4 juta Amerika Serikat dalam mengembangkan pesawat listrik di Perancis selama lima tahun ke depan. Pesawat listrik tersebut dapat melakukan lepas landas dan pendaratan secara vertikal layaknya helikopter. Oleh karena itu, perusahaan akan membuka pusat penelitian dan pengembangan baru di Paris, Perancis. Lokasi tersebut menjadi pusat teknologi pertama Uber di luar Amerika Utara.

“Perancis adalah tempat yang sempurna untuk langkah kami berikutnya karena Perancis memiliki rekam jejak penelitian dan pengembangan yang kuat, insinyur kelas dunia, dan peran unik dalam kedirgantaraan di seluruh dunia,” kata Uber dalam sebuah pernyataan. Sebelumnya, perusahaan sudah memiliki kantor Research & Development (R&D) di Pittsburgh, Toronto, dan San Francisco. Fokus utama mereka ada pada teknologi self-driving. Walaupun demikian, mereka pun memiliki pekerjaan untuk program taksi terbang, Uber’s Elevate.

Advanced Technologies Center di Paris akan dibuka akhir tahun 2018 dan fokusnya hanya pada mobil terbang. Pusat teknologi tersebut akan melakukan penelitian seputar manajemen ruang udara, jaringan komunikasi real-time, penyimpanan energi, dan sistem pengisian. Perusahaan pun telah mengumumkan kemitraan untuk melakukan penelitian dengan Ecole Polytechnique, sebuah institut teknologi terkemuka di Perancis, selama lima tahun.

Pengumuman dari pihak Uber tersebut disampaikan dalam sebuah konferensi di Paris. Pengumuman tersebut menjadi dorongan bagi Presiden Perancis, Emanuel Macron, yang berambisi untuk melakukan reformasi di bidang ekonomi agar investor asing tertarik untuk menanamkan modalnya di negara tersebut.

Namun, perusahaan memiliki hubungan yang cukup rumit dengan otoritas Perancis. Perusahaan terpaksa menangguhkan salah satu layanannya, uberPOP, pada 2015. Penangguhan layanan tersebut terjadi setelah adanya tuduhan terhadap pihak Uber bahwa mereka telah mengoperasikan layanan ilegal dikarenan mereka mempekerjakan pengemudi yang tidak berlisensi. Walaupun begitu, layanan utama Uber yang menggunakan pengemudi berlisensi masih beroperasi di Perancis.

Uber telah mengerjakan program mobil terbangnya sejak 2016. NASA menjadi mitranya untuk program tersebut selama setahun kedepannya. Tugas NASA adalah mengembangkan manajemen lalu lintas udara untuk armada mobil terbang.

Uber percaya bahwa berinvestasi dalam mobil terbang sangat penting untuk melindungi bisnisnya agar tidak terganggu oleh bisnis penerbangan. Oleh karena itu, perusahaan berencana untuk meluncurkan jaringan taksi terbang pada 2023.

Artikel Terkait: