Output Display Port pada Graphic Card


Share

Graphic card seri terakhir seperti AMD Radeon RX 500 series dan Nvidia GeForce GTX 1000 Series umumnya memiliki 3 output graphic digital, yaitu HDMI, DVI-D, dan Display Port. Hal ini dikarenakan semua data grafis yang dihasilkan oleh chip GPU terbaru hanya menghasilkan data digital saja. Untuk output analog D-SUB dan DVI-I memang sudah tidak dipakai lagi, namun beberapa pabrikan graphic card menambahkan konverter aktif pada PCB graphic mereka, sehingga graphic card mereka memiliki output D-SUB. Umumnya graphic card yang menggunakan fitur ini adalah graphic card kelas entry-level seperti GeForece GT 1030. Sekarang, kita akan membahas perbedaan setiap output graphic card tersebut dan mencari mana yang terbaik untuk kalian gunakan.

DVI-D

DVI-D atau Digital Video Interface – Digital memiliki 24 pin dengan 1 pin sirip/ minus dengan ukuran yang lebih besar dari port D-SUB dengan 2 baut pengunci pada kabel dan port. Colokan DVI-D pada graphic card dan kabelnya umumnya diberi warna putih untuk membedakan dengan D-SUB yang berwarna biru. DVI-D Dual Link memiliki kemampuan untuk menampilkan video dengan resolusi maksimal 2560 x 1600 pixel dengan refresh rate 144 Hz. DVI masih terbatas menampilkan warna RGB saja.

HDMI

HDMI atau High Definition Multimedia Interface memiliki port berbentuk trapesium dengan ukuran jempol orang dewasa dan tidak memiliki pengunci apapun. HDMI memiliki kemampuan untuk mengirimkan sinyal video dan audio sekaligus, sehingga HDMI dapat mengurangi jumlah kabel yang kalian gunakan. HDMI memiliki kemampuan untuk menampilkan video hingga resolusi 3820 x 2160 pixel dengan refresh rate 60 Hz atau 2560 x 1440 pixel dengan refresh rate 144 Hz.

Display Port

Display port memiliki ukuran dan bentuk yang hampir sama dengan HDMI, namun Display Port hanya memiliki 1 sisi miring saja. Display Port memiliki sebuah penguncu berupa pengait, dimana saat kalian melepas colokan display port dari graphic card, kalian harus menekan tombol pengaitnya terlebih dahulu. Display port memiliki kemampuan untuk menampilkan video hingga resolusi 3820 x 2160 pixel dengan refresh rate 120 Hz. Display Port juga memiliki kemampuan untuk mengirimkan data, audio, dan video. Umumnya kalian bisa menemukan dua jenis ukuran kabel display port, yaitu mini-DP dan ukuran normal. Namun, kabel display port masih susah ditemui di pasar Indonesia.

D-SUB

D-SUB atau yang sering disebut VGA adalah salah satu output graphic yang telah lama digunakan pada komputer. D-SUB hanya mampu menampilkan video dengan sinyal analog dan pewarnaan RGB saja. Walaupun sudah mulai ditinggalkan, karena HDMI jauh lebih efisien dan lebih mudah ditemui, beberapa pabrikan monitor dan graphic card masih tetap menggunakan port D-Sub pada produk kelas entry-level yang murah.

HDMI adalah port paling sesuai untuk para pengguna PC, karena kabelnya mudah dibeli, memiliki output audio dan video, dan mampu menampilkan output dengan resolusi hingga 4K atau refresh rate yang tinggi. Jika kalian memiliki monitor dengan fitur AMD FreeSync atau Nvidia G-Sync, kalian harus menggunakan kabel display port yang agak susah ditemui di toko-toko jika tidak disertakan pada paket penjualan. Jika kalian telah memiliki atau akan membeli graphic card terbaru yang tidak memiliki output D-SUB, namun monitor yang kalian miliki masih menggunakan input D-SUB saja, maka kalian harus membeli konverter sinyal digital-analog HDMI ke VGA.

Artikel Terkait: