Penutupan Yahoo Messenger Akan Segera Dilakukan


Share

Dikenal sebagai pionir dalam hal aplikasi berkirim pesan secara instan, penutupan Yahoo Messenger akan segera dilakukan. Verizon, anak perusahaan Oath, mengumumkan bahwa pihaknya berencana untuk menutup instant messenger tersebut pada 17 Juli 2018. Saat ini, pengguna aplikasi pengirim pesan tersebut dialihkan ke aplikasi serupa lainnya, Squirrel.

Padahal, dulu, Yahoo Messenger begitu digdaya. Di jamannya, beragam usia sangat menggandrungi aplikasi tersebut karena mampu memangkas biaya berkirim pesan secara efektif. Sayangnya, pada masa keemasannya, aplikasi tersebut hanya dapat dioperasikan melalui komputer maupun laptop. Melihat kekurangan tersebut, eBuddy sempat menjadi aplikasi populer karena kemampuannya untuk menghubungkan orang-orang yang menggunakan YM pada perangkat seluler. Aplikasi sejenis eBuddy pun banyak bermunculan pada saat itu.

Oath memberikan pernyataan “Kami tahu bahwa kami memiliki banyak penggemar setia yang telah menggunakan Yahoo Messenger, aplikasi chatting yang pertama kali hadir. Karena lanskap komunikasi terus berubah, kami berfokus untuk membangun dan memperkenalkan alat komunikasi baru yang menarik yang lebih sesuai dengan kebutuhan konsumen.”

Perusahaan mendorong pengguna YM untuk mendaftarkan diri pada Squirrel. Sejak Mei 2018, perusahaan melakukan uji coba terhadap Squirrel versi beta secara diam-diam. Saat ini, Squirrel hanya bisa digunakan oleh beberapa orang terpilih saja. Mudah-mudahan, aplikasi tersebut akan terbuka untuk umum pada saat Yahoo Messenger ditutup. Sementara itu, kalian yang tertarik untuk mendapatkan akses awal terhadap Squirrel, kalian dapat mendaftarkan diri untuk mendapatkan kode undangan dengan mengikuti petunjuk di situs resmi aplikasi Squirrel.

Informasi lebih lanjut menerangkan bahwa pengguna bisa mengunduh riwayat obrolan mereka dari Yahoo Messenger untuk jangka waktu enam bulan terakhir. Walaupun demikian, data yang diunduh tidak bisa digunakan pada aplikasi lainnya.

Langkah penutupan Yahoo Messenger tampak logis apabila melihat aksi yang telah dilakukan oleh perusahaan Oath sebelumnya. Pada tahun 2016, Verizon mengungkapkan bahwa mereka sedang menyiapkan divisi baru yang sekarang dikenal sebagai Oath untuk mengkonsolidasikan perusahaan dengan AOL. Pengumuman mengenai penutupan Yahoo Messenger merupakan aksi lanjutan setelah sebelumnya AIM, aplikasi chatting dari AOL, ditutup juga pada Oktober 2017.

(dilansir dari laman TNW)

Artikel Terkait: