Airbag Ponsel, Kantung Keselamatan Perangkat Seluler

Airbag Ponsel

Share

Siapa yang belum mengenal kantung udara atau biasa disebut air bag? Walter Linderer seorang warga negara Jerman dan John Hedrik seorang warga negara Amerika menemukan alat tersebut pada 1951. Pada tahun 1964, seorang insinyur otomotif Jepang, Yasuzaburou Kobori, mengembangkan sistem jaring pengaman airbag yang memanfaatkan bahan peledak untuk mengembangkan kantung udara tersebut. Hasil karyanya kemudian diberi paten di 14 negara. Dia meninggal pada 1975 tanpa melihat adopsi sistem airbag secara luas. Kantung udara pertama kali diadopsi oleh pabrikan mobil Ford untuk kendaraan eksperimental pada 1971. Selang dua tahun kemudia, perusahaan tersebut menjual mobil yang dilengkapi dengan air bag untuk kalangan pemerintahan. Pada tahun yang sama tersebut, Oldsmobile Toronado menjual mobil produksi masal yang dilengkapi dengan kantung udara kepada publik. Pada tahun 2006, Honda memperkenalkan sistem keamanan airbag untuk sepeda motor. Gold Wing menjadi motor pertama pabrikan tersebut yang mendapatkan peranti keamanan kantung udara. Honda mengklaim bahwa sensor di suspensi depan dapat mendeteksi tabrakan yang parah dan memutuskan kapan saat yang tepat untuk menggembungkan kantung udara yang tertanam di dalam motor. Pakaian airbag juga telah dikembangkan untuk digunakan oleh pengendara motor Grand Prix. Dalam bentuk awal mereka, mereka terhubung ke sepeda motor dengan kabel dan dikerahkan ketika kabel terlepas dari klip pemasangannya, menggembungkan untuk melindungi bagian belakang pengendara. Airbag juga ternyata telah digunakan oleh para pengendara motor Grand Prix. Dalam versi awal, sistem airbag yang tertanam di dalam pakaian balap terhubung ke sepeda motor dengan suatu kabel. Airbag akan diaktifkan saat kabel terlepas dari sepeda motor dan akan menggembung untuk melindungi bagian belakang pengendara. Kini, airbag ponsel pun hadir untuk memberikan perlindungan ekstra terhadap gawai-gawai yang kalian miliki.

Tanpa sengaja, kita sering kali menjatuhkan smartphone. Melihat permasalahan tersebut, seorang mahasiswa teknik Jerman bernama Philip Frenzel menawarkan solusinya. Frenzel telah menciptakan airbag ponsel. Teknologi yang dia ciptakan mampu mendeteksi saat ponsel terjatuh bebas dan kemudian teknologi tersebut akan melepaskan logam-logam untuk melindunginya dari kerusakan. Memang, airbag yang dia ciptakan tidak memiliki kantung udara. Dia hanya meminjam istilah airbag saja untuk temuannya tersebut.