Elysium Signature Hyperbass, Bluetooth Headset dengan Bass yang Menakjubkan

Elysium Signature Hyperbass

Share

Terima kasih kepada LeapFrog Indonesia yang telah mengundang Ulasan.id pada event LeapFrog Megatrends 2018 di Bali. Sekilas mengenai LeapFrog, LeapFrog adalah prinsipal brand Armaggeddon, Sonicgear, Alcatroz (dulu bernama PowerLogic), Elysium, AudioBox, dan yang terbaru adalah Thronmax. Armaggeddon adalah brand gaming berkualitas yang memiliki harga terjangkau, Sonicgear adalah brand audio kelas menengah, Alcatroz adalah brand akessoris terjangkau, Elysium sebagai brand aksesoris premium, AudioBox untuk perangkat speaker all-in-one, sedangkan Thronmax fokus untuk perangkat audio recording professional.

Masuk ke Elysium Signature Hyperbass, penulis berkesempatan untuk mencoba Elysium Signature Hyperbass. Elysium Signature Bass adalah produk terbaru Elysium baru saja dilepas ke pasaran, tapi berdasarkan Samuel, Direktur LeapFrog Indonesia, sudah ada beberapa distributor yang bersedia memboyong headset bluetooth ini, jadi penulis perkirakan akan hadir ke konsumen dalam waktu dekat.

Elysium Signature Hyperbass LeapFrog Megatrends Indonesia

Elysium Signature Hyperbass memiliki 2 jenis koneksi, yaitu bluetooth 4.1 yang sudah mendukung aptX serta port AUX 3,5mm yang terletak di bagian bawah earcup kanan.. Terdapat 4 tombol yang ada di earcup bagian kanan, mulai dari paling bawah adalah Volume Down, Play/Pause Button, Volume Up, serta Built-in EQ Preset. Untuk materialnya menggunakan plastik dengan bantalan memory foam yang tebal pada earcup sehingga nyaman digunakan untuk waktu yang lama.

Berikut ulasan singkat penulis tentang Elysium Signature Hyperbass. Pertama dari koneksinya, koneksinya sendiri cukup lengkap dengan pilihan koneksi bluetooth 4.1 serta port AUX 3,5mm. Penulis menyarankan untuk menggunakan konektivitas Bluetooth untuk merasakan performa penuh dari Headset Elysium Signatre Hyperbass. Bukan tanpa alasan, karena fitur built-in EQ baru dapat dinyalakan saat menggunakan konektivitas bluetooth. Saat menggunakan kabel AUX, headset akan langsung masuk keadaan mati sehingga perangkat seperti Smartphone lah yang akan bertanggung jawab menyediakan daya untuk suara.

Untuk menyalakan fitur bluetooth, kalian tinggal menahan tombol Play/Pause selama sekitar 5 detik hingga terdengar suara Headset On. Tekan tombol lagi selama beberapa detik hingga terdengar kata bluetooth pairing untuk menghubungkan ke laptop atau smartphone kalian. Baterai 500 mAh yang tertanam dapat bertahan setidaknya selama 4 jam pemakaian terus-menerus. Terutama dengan hadirnya memory foam yang relatif tebal, selama 4 jam penggunaan, telinga tidak terasa “panas” akibat terjepit.

Elysium Signature Hyperbass LeapFrog Megatrends

Sesuai namanya, Hyperbass, headset ini mengedepankan suara bass yang dapat kalian aktifkan dengan tombol  yang ada. Saat built-in bass preset dinyalakan, akan terasa kalau suara dengan frekuensi rendah akan terdengar lebih menggelegar. Menggunakan Spotify Premium untuk mendengarkan lagu bitrate tinggi, suara bass yang dihasilkan terdengar “bulat” utuk beberapa lagu yang dicoba seperti lagu dari Black Eyed Peas, “Boom Boom Pow” serta lagu dari Immagine Dragon, “Radioactive”.

Elysium Signature Hyperbass LeapFrog Megatrends

Tapi apa fungsinya headset yang hanya bisa menghasilkan suara Bass saja? Penulis mencoba mendengarkan lagu Queen, “Bohemian Rhapsody” yang menurut penulis bisa mewakili rentang frekuensi yang luas dalam satu lagu, mulai dari frekuensi tinggi, tengah, dan rendah. Pada kondisi built-in preset normal, suara yang dihasilkan tergolong netral. Kalian bisa mendengarkan banyak melody dari alat musik yang dimainkan, sehingga penulis sempat berpikir kalau tombol built-in preset jadi sangat berguna untuk mendengarkan genre yang sangat luas, bukan hanya lagu dengan dominan bass.

Kekurangan yang dirasakan saat menguji produk Hyperbass Signature adalah suara tombol yang terlalu keras sehingga setiap kali ingin mengganti musik, mengganti preset, suaranya akan sangat terdengar telinga mengingat tombolnya berada di dekat telinga kanan. Mungkin pada iterasi selanjutnya atau bahkan sebelum diluncurkan dapat diberikan busa peredam untuk mengurangi suara tersebut. Mengingat brand Elysium mengincar konsumen kelas menengah ke atas.

Jadi, apakah penulis merekomendasikannya? Jawabannya tergantung harga yang akan menempel pada bluetooth headset Elysium Signature Hyperbass ini. Jika berada di rentang hargaRp. 500.000,00 sampai Rp. 600.000,00, sudah tidak perlu mempertimbangkan headset/headphone lainnya, karena dengan Rp. 500.000,00-an, penulis yakin tidak ada yang bisa mengalahkan fitur-fitur yang terbenam serta kualitas suaranya. Tapi, jika harga yang menyertai lebih dari itu, penulis akan mulai mempermasalahkan material plastik yang digunakan serta tombol yang relatif berisik saat ditekan.

Karena belum ada harga resminya di pasaran, ini dia pro dan cons headset ini:

Pro:

+ Headset fleksibel sehingga mudah untuk digunakan.

+ Dapat memilih antara suara yang lebih netral atau suara “bass” hanya dengan 1 tombol

+ Kualitas chip bluetooth yang terbenam sangat bagus.

+ Earcup yang nyaman untuk penggunaan yang lama.

 

Con:
– Tombol terdengar terlalu “clicky”, sedikit mengganggu karena dekat dengan telinga.

– Tidak bisa memanfaatkan fitur bass jika menggunakan kabel AUX.

Artikel Terkait: