Tragis! Main Fortnite Berakhir Mengenaskan

Tragis! Main Fortnite Berakhir Mengenaskan

Share

Baru-baru ini dikabarkan seorang Pria asal Amerika Serikat yang berusia 45 tahun berakhir tragis dan mengenaskan saat kalah main Game online fortnite yang saat ini lagi trend di kalangan para gamers. Diketahui bahwa pria berusia 45 tahun dengan nama Michael Aliperti ini mengancam lawan mainnya yang masih kanak-kanak berusia 11 tahun, sehingga adanya tragedi Main Fortnite Berakhir Mengenaskan ini.

Letak permasalahannya bukan pada lawan main yang berusia 11 tahun, namun Pria tersebut sendiri yang mengancam menyakiti bahkan membunuh anak tersebut jika sampai michael si pria 45 kalah main fortnite dengannya. Ancaman tersebut berupa pesan suara yang dikirimkan melalui xbox kepada si anak. Beruntung anak tersebut langsung memberi tahu pihak keluarganya terlebih dahulu, sebelum sang keluarga melaporkan Michael kepada pihak kepolisian.

Tragis! Main Fortnite Berakhir Mengenaskan

Awalnya mereka (si anak dan si pria) ini berkomunikasi melalui online komunikasi sambil memainkan game. Mereka sering memainkan game 3 bulan belakangan ini. Kurang diketahui mengapa terdapat ancaman berbahaya tersebut, salah satu psikolog asal Amerika menjelaskan bahwa hal tersebut bisa jadi karena adanya gangguan gaming disorder yang terjadi pada Michael.

Menyikapi hal tersebut, Pria bernama Michael langsung ditangkap oleh pihak kepolisian Suffolk Country Stuart Cameron. Rencananya sebelum dijatuhi hukuman, pria ini diperiksa mengenai kondisi psikologis dan mental yang dimilikinya. Kendati demikian, Michael tetap harus menjalani proses hukum setelahnya, bahkan sanksi sejumlah dana juga telah dilayangkan sebesar 2500 dolar AS atau setara dengan Rp.35 juta.

Dengan adanya berita Main Fortnite Berakhir Mengenaskan, tentunya ini merupakan berita besar sekaligus mengkhawatirkan bagi anak-anak yang belum cukup usia. Oleh karenanya para orang tua harus lebih hati-hati dan mengamati aktifitas sang buah hati dengan teliti, jangan sampai kasus seperti ini terjadi di Negara Indonesia. Apalagi terjadinya gaming disorder yang dampaknya juga buruk bagi kondisi mental dan biologis.

Artikel Terkait: