Keunggulan dan Kekurangan AIO Cooling

Kelebihan dan Kekurangan AIO Cooling

Share

AIO Cooler atau Closed Loop Liquid Cooler untuk prosesor saat ini semakin terjangkau dengan desain yang keren. AIO cooler bisa membuat PC gaming kalian terlihat lebih keren dengan pengaturan casing dan manajemen kabel yang rapi. Jika kalian menggunakan casing mini, AIO cooler akan menjadi pilihan terbaik. Karena AIO cooler memiliki performa pendinginan yang lebih tinggi dibandingkan pendingin dengan ukuran kecil. Sebagai pertimbangan untuk menggunakan AIO Cooler Ulasan ID memberikan keunggulan dan kekurangan dari penggunaan AIO Cooler.

Keunggulan AIO Cooler:

  • Mengurangi Jumlah Kipas
    Pada komputer dengan pendingin prosesor berbasis air cooler, kipas sangat dibutuhkan untuk membuang panas dari heat sink. Umumnya, sebuah casing dapat dipasangi hingga 6 kipas berukuran 12 cm. Semakin banyak jumlah kipas, maka semakin baik airflow pada casing, sehingga panas lebih cepat terbuang. Namun, jumlah kipas yang banyak akan membuat PC lebih bising dan banyak getaran. AIO Cooler hanya membutuhkan 1 atau 2 buah kipas berukuran 12 cm pada bagian radiatornya untuk membuang panas dengan efektif dari prosesor.
  • Mengurangi Kebisingan
    PC dengan AIO Cooler membutuhkan kipas dengan jumlah yang jauh lebih sedikit dibandingkan air cooler biasa. Hal ini berimplikasi dengan penurunan tingkat kebisingan suara yang dikeluarkan oleh kipas.
  • Menghemat Ruang pada Casing
    AIO Cooler berukuran lebih kecil dibandingkan air cooler untuk kapasitas thermal design point atau TDP yang sama. Bagian terbesar dari sebuah AIO cooler adalah radiatornya. Namun, radiator dan kipas ini dapat diletakkan pada bagian atas atau belakang casing. Sehingga bagian depan motherboard akan terasa lapang. Hal ini berguna jika kalian menggunakan casing berukuran kecil atau ingin menampilkan PC yang rapi.
  • Peningkatan Performa Overclock
    Untuk prosesor yang dapat di-Overclock seperti prosesor AMD Ryzen atau Intel seri K, AIO Cooler dapat meningkatkan performanya. Karena AIO Cooler memiliki kemampuan pendinginan yang lebih efisien dibandingkan air cooler biasa. Sehingga thermal throttling prosesor akan lebih rendah saat kalian menggunakan AIO Cooler.

Kekurangan AIO Cooler:

  • Resiko Bocor
    AIO Cooler dapat mengalami kebocoran, terutama pada bagian sambungan pipa di water block prosesor. Kebocoran ini dapat membuat kerusakan serius pada motherboard dan graphic card. Untuk mengurangi resiko kebocoran, kalian harus memilih AIO dengan reputasi yang baik dai merek terkenal dan terpercaya.
  • Lebih Mahal
    AIO Cooler memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan air cooler dengan TDP yang sama. Hal ini disebabkan AIO cooler komponen lebih kompleks dan presisi dibandingkan air cooler.
  • AIO Cooler Memiliki “Umur
    Sama seperti komponen listrik lainnya, AIO Cooler juga memiliki umur penggunaan. Motor pompa AIO Cooler dapat rusak setelah penggunaan cukup lama sekitar 3 – 5 tahun, jika PC digunakan terus menerus. Pompa motor ini tidak dapat diganti dengan mudah, seperti kalian mengganti kipas air cooler dengan kipas lain. Selain itu, pori-pori super kecil pada pipa AIO Cooler akan membuat cairan mengalami penguapan dan gelembung udara masuk kedalam sirkulasi. Hal ini menyebabkan aliran cairan pada AIO cooler menjadi terganggu dan pompa akan bekerja dengan bising.

Artikel Terkait: