Ada Apa Dengan Aplikasi Muslim Pro, Fakta Tak Terduga!


Aplikasi Muslim Pro tengah menjadi topik hangat di kalangan netizen Tanah Air. Pasalnya aplikasi yang menyediakan fitur penunjang kebutuhan ibadah para muslim ini diduga telah menjual data privasi dari para penggunanya kepada militer AS. Sontak kabar tersebut langsung menuai tanggapan dari berbaga pihak, salah satunya dari Gurbernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Ridwan Kamil sebagai salah satu pengguna aplikasi Muslim Pro, merasa kecewa dengan kabar negatif terkait aplikasi tersebut. Pihak Muslim Pro sendiri langsung mengeluarkan pernyataan untuk menanggapi kabar negatif tersebut. Terkait topik hangat ini, ulasan akan membahas lebih dalam tentang ada apa dengan aplikasi Pro Muslim? Lengkap dengan fakta menariknya. Check this out!!

  • Mengenal Aplikasi Pro Muslim

Muslim Pro merupakan salah satu aplikasi yang menyediakan fitur – fitur terkait kegiatan ibadah umat muslim. Fiturnya seperti, informasi jadwal sholat terbaru, pengingat waktu sholat disertai azan, serta bacaan Al quran digital lengkap dengan 16 terjemahan bahasa. Aplikasi ini memang bermanfaat untuk umat muslim di era digital saat ini. Hingga saat ini, Muslim Pro sudah diunduh oleh lebih dari 98 juta pengguna android. Aplikasi ini dikembangkan oleh salah satu perusahaan dari Singapur yaitu Bitsmedia Ptw Ltd. Di wilayah Indonesia, aplikasi ini masuk dereta aplikasi islami yang populer dan telah dipakai oleh banyak orang. Aplikasi ini pertama kali dirilis pada tarhun 2010, dan rata – rata pemakainya berasal dari wilayah AS, Jerman, Inggris, Perancis, serta Indonesia.

Ada Apa Dengan Aplikasi Muslim Pro, Berikut Faktanya Mengejutkannya!

  • Kabar Terbaru Aplikasi Pro Muslim

Dari kabar baru yang beredar, kabarnya pihak aplikasi Muslim Pro memperoleh untung dengan cara menjual data pengguna melalui pihak ketiga. Pihak militer AS membeli data tersebut melalui salah satu pialang data besar. Ada juga yang menyebutkan bahwa, terdapat dua metode berbeda yang dipakai militer AS untuk bisa mengetahui data lokasi tersebut. Yaitu melalui perusahaan Babel Street yang menciptakan produk Locate XUS Special Operation Command. Perusahaan tersebut adalah cabang militer yang memiliki peran untuk melawan terorisme, misi pengintaian khusus, hingga kontra pemberontakan. Metode kedua yaitu, melalui perusahaan X-Mode. Perusahaan ini memperoleh data langsung memlalui apliasi lalu menjualnya pada kontraktor untuk kemudian diserahkan ke pihak militer AS. Kemudian perusahaan X-Mode yang memberikan bayaran kepada pengembang aplikasi. Sistemnya yaitu berdasarkan jumlah data pengguna yang didapatkan. Aplikasi Muslim Pro menjadi aplikasi no 1 yang mengirimkan data paling banyak ke perusahaan X-Mode, menurut laporan dari Vice Motherboard.

 

  • Klarifikasi Pihak Pro Muslim

Pihak Muslim Pro sendiri pada tanggal 18 November 2020 telah mengeluarkan klarifikasi bahwa laporan atau kabar berita yang beredar terkait penjualan data pengguna Muslim Pro ke militer AS adalah tidak benar. Pihaknya juga menambahkan bahwa telah berkomitmen untuk menjaga dan melindungi semua data privasi para pengguna. Salah satu tindakan yang dilakukan untuk memberikan bukti yaitu, dengan menghentikan hubungan dengan semua partner data, terutama X-Mode

Itulah ulasan tentang ada apa dengan aplikasi Pro Muslim? Semoga informasi pada ulasan di atas bisa menjawab rasa penasaran para pembaca tentang kebenaran terkait aplikasi Pro Muslim tersebut.

Artikel Terkait: