Tips Membeli Processor di Tahun 2021

Tips Membeli Processor di Tahun 2021

Harga dan pilihan processor pada tahun 2021 sangatlah banyak. Hal ini disebabkan variasi processor yang dirilis oleh AMD dan Intel sangat beragam. Kedua pabrikan processor ini menawarkan produk mulai varian entry level dengan harga terjangkau hingga varian high-end. Performa Processor tentu sebanding dengan harganya. Semakin tinggi performa processor yang kalian gunakan, maka sistem kalian akan lebih responsif, frame rate saat bermain game akan meningkat, dan semakin cepat waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sebuah proses/ pekerjaan yang membutuhkan kinerja processor.

Tips Singkat

  • AMD atau Intel
    Processor AMD yang saat ini tersedia untuk seri Ryzen 5000. Namun, seri Ryzen 3000 masih layak dilirik, jika kalian tidak mempunyai budget besar. Sedangkan untuk processor Intel terakhir dengan seri Core Gen-11. Jika kalian memiliki budget lebih rendah, tentu Intel Core Gen-10 juga sangat layak untuk dibeli.
  • Clock Speed VS Jumlah Core
    Clock speed yang tinggi akan memberikan performa yang tinggi untuk tugas dan pekerjaan sederhana serta bermain game. Saat ini, processor Intel memiliki performa single core yang tinggi. Sedangkan processor AMD memiliki jumlah core yang lebih banyak.
  • Generasi Processor
    Saat membeli processor untuk PC kalian, pastikan kalian membeli processor dengan generasi paling akhir. Karena hal ini akan membuat kalian lebih hemat, karena saat kalian akan melakukan upgrade, kalian tidak perlu mengeluarkan uang lebih.
  • Budget = Kebutuhan
    Tentukan pilihan processor kalian berdasarkan budget dan kebutuhan harian kalian. Kalian dapat memilih processor entry level dengan graphic card yang lebih bagus untuk bermain game. PIlihan lainnya adalah processor dan graphic card yang setara untuk bekerja sekaligus dapat bermain game. Selain itu jangan lupa menyisihkan budget untuk power supply, RAM, atau storage SSD agar komputer dapat bekerja optimal.
  • Overclock atau Optimisasi
    Tidak semua orang memerlukan optimisasi atau overclock processor. Jika kalian tidak berencana atau suka melakukan overclock, kalian bisa menghemat uang kalian dalam membeli processor dan motherboard. Umumnya semua processor Ryzen dapat di-overclock. Sedangkan untuk processor Intel, hanya untuk varian dengan akhirnya -K pada seri processor yang dapat di-overclock.

Pilih AMD atau Intel

AMD Ryzen menawarkan processor dengan performa multicore yang tinggi dengan harga yang murah. Processor AMD Ryzen sangat cocok untuk pengguna software yang membutuhkan kerja multitasking maupun gamer dengan budget yang terjangkau. Selain itu, semua processor AMD Ryzen juga dapat di overclock dengan motherboard ber-chipset B550 keatas, sehingga kalian bisa meningkatkan performa processor Ryzen kalian lebih tinggi lagi.

Processor Intel menawarkan processor dengan performa yang stabil untuk semua kebutuhan. Hal ini berkat performa per-core yang tinggi dan didukung litografi 14nm yang optimal hasil penyempurnaan Sky Lake, Kaby Lake, dan Coffee Lake. Processor Intel memang lebih mahal dibandingkan AMD, karena optimisasi pabrikannya yang sangat bagus. Sehingga pengguna pemula tidak perlu melakukan pengaturan, optimisasi, atau overclock processor dan RAM saat menggunakan processor Intel. Jika kalian membutuhkan processor Intel yang dapat di-overclock, pilihlah processor dengan akhiran K dan motherboard seri Z (Z490 untuk Intel Gen 10 & Z590 untuk Intel Gen 11 dengan socket LGA1200).

Generasi Processor

Hampir setiap tahunnya AMD dan Intel mengeluarkan processor dengan generasi terbaru. Ryzen dengan seri Ryzen 5000 dan Intel dengan seri Core Gen 11. Walaupun harga generasi terbaru lebih mahal, namun sangatlah layak untuk digunakan. Karena processor dengan generasi terbaru memiliki performa yang lebih tinggi dan dapat digunakan untuk periode yang lebih panjang dibandingkan dengan processor generasi lama. Namun, jika budget kalian tidak mencukupi untuk membeli processor generasi terbaru, tentunya kalian dapat memilih processor generasi sebelumnya. Intel Core Gen 10 memiliki performa sedikit lebih rendah dibandingkan Core Gen 11. Sedangkan untuk Ryzen kalian dapat memilih processor Ryzen 3000 dengan harga yang jauh lebih terjangkau. Namun, dengan performa yang lebih rendah dibandingkan Ryzen 5000.

Cara Membaca Nomor Model Processor

Saat ini AMD dan Intel memiliki penamaan kelas yang hampir mirip untuk processor mereka. Saat ini Intel dan AMD memiliki 4 kelas, yaitu:

  • Kelas Entry Level: Ryzen 3 VS Core i3
  • Kelas Mainstream: Ryzen 5 VS Core i5
  • Kelas Performance: Ryzen 7 VS Core i7
  • Kelas Enthusiast: Ryzen 9 VS Core i9

Semakin tinggi kelas processor semakin tinggi clock speed dan jumlah core yang dimilikinya. Kode angka digit pertama adalah indikasi generasi processor seperti Ryzen 5 5600X, berarti Ryzen 5 generasi kelima (seri 4000 tidak dirilis untuk pasar konsumer atau rakitan). Kode digit angka kedua setelah angka “5” pada Ryzen 5Xxx dan “11” pada Intel 11Xxx adalah tingkatan model pada lini processor tersebut. Dimana angka semakin tinggi, maka performa processor akan semakin tinggi. Lalu untuk akhiran “X” pada seri Ryzen, akhiran tersebut berarti processor Ryzen dengan clock yang lebih tinggi. Sedangkan processor Intel yang memiliki  akhiran “K”, berarti processor tersebut dapat di overclock. Akhiran “F” pada processor Intel berarti processor tersebut tidak memiliki integrated graphic atau iGP.

Clock Speed VS Jumlah Core VS Jumlah Thread

Clock speed yang tinggi berarti komputer kalian mampu menjalankan program secara responsif dengan load time yang singkat, namun cukup diingat, bahwa RAM dan storage SSD atau HDD juga berpengaruh. Program yang memerlukan proses single thread, seperti tugas perkantoran ringan, juga sangat diuntungkan dengan clock speed single core yang tinggi.

Sedangkan pada program-program modern dan game mainstream membutuhkan jumlah core dan thread yang banyak, seperti pada program editing video beresolusi tinggi. Untuk saat ini, kalian cukup menggunakan processor dengan 6 sampai 12 core atau thread dengan clock speed 3 sampai 4 GHz untuk menjalankan berbagai program dan game.

Overclocking

Jika kalian ingin tertantang untuk mengetahui performa maksimum sebuah processor dengan meningkatkan clock speed-nya, kalian wajib mendapatkan processor dan motherboard yang sesuai untuk overclocking. Pada AMD Ryzen, kalian bisa menggunakan semua seri processor. Namun, untuk motherboard harus menggunakan chipset B550 atau diatasnya untuk melakukan overclocking.

Sedangkan pada Intel, kalian harus membeli processor dengan akhiran “K”, seperti Core i5-11600K dan motherboard Z590 untuk melakukan overclocking. Jika kalian melakukan overclocking, pastikan kalian menggunakan heat sink fan processor aftermarket yang bagus. Karena overclocking processor akan meningkatkan suhu processor secara signifikan.

Kalian dapat menghemat biaya untuk membeli processor dan motherboard. Jika kalian tidak ingin melakukan overclocking. Karena kalian tidak perlu mengeluarkan uang lebih untuk processor dan motherboard khusus. Selain itu, kalian tidak perlu berpusing-pusing melakukan pengaturan ini-itu untuk optimisasi clock speed processor kalian dan tidak memerlukan heat sink fan processor aftermarket.

Detail Spesifikasi CPU

  • Clock Speed
    Untuk mengetahui seberapa cepat sebuah processor dapat bekerja, kalian bisa membaca angka dengan satuan GHz. Semakin tinggi clock speed sebuah processor, semakin tinggi performanya dan semakin cepat kerjanya untuk memproses pekerjaan. Processor dapat menyesuaikan clock speed-nya secara otomatis, saat tidak ada pekerjaan, maka clock speed akan diturunkan untuk menghemat listrik dan tidak mengeluarkan panas berlebih, jika sebuah pekerjaan membutuhkan kinerja tinggi processor, maka clock speednya akan mencapai clock speed maksimum, yang biasanya tertulis sebagai turbo speed sebuah processor.
  • Jumlah Core
    Saat ini processor komputer memiliki setidaknya 2 hingga 36 core dari kelas terendah hingga tertinggi. Processor dengan 4 sampai 12core mampu mengerjakan berbagai pekerjaan maupun memainkan berbagai game. Namun, pastikan minimal kalian memilih processor dengan 4 core.
  • Jumlah Thread
    Secara teori, jumlah thread sama dengan jumlah core sebuah processor. Pada banyak jenis processor, mereka memiliki kemampuan multi-threading, dimana 1 core mampu menjalankan 2 thread sekaligus. Pada AMD Ryzen, hal ini disebut Simultaneous Multithreading atau SMT, sedangkan pada Intel, disebut sebagai Hyper Threading. Semakin banyak thread yang mampu dijalankan oleh processormu, semakin tinggi kemampuan multi tasking-nya.
  • Thermal Design Power atau TDP
    TDP adalah nilai maximum panas atau kalor yang dapat dihasilkan oleh sebuah processor, nilai ini menggunakan satuan Watt. Pastikan kalian menggunakan heat sink fan dengan nilai TDP sama atau diatas TDP processor kalian agar tidak terjadi thermal throttling yang akan menghambat kinerja processor kalian. Processor dengan TDP tinggi berarti menggunakan daya yang tinggi dan juga berarti memiliki performa yang tinggi.
  • Cache
    Cache adalah penyimpanan sementara untuk data yang akan diproses pada CPU dan disimpan pada RAM. Ada 3 tingkat cache yang umumnya digunakan processor saat ini, yaitu L1 Cache yang memiliki kecepatan paling tinggi namun kapasitasnya kecil, L2 Cache yang lebih besar kapasitasnya, namun lebih lambat, dan L3 Cache yang lebih lambat namun jauh lebih besar daripada 2 tingkat cache diatasnya. Data hasil proses dari CPU akan ditransfer ke cache memory, lalu akan dikirimkan ke RAM yang lebih lambat untuk dijadikan output melalui HDD/ SSD dan layar monitor kalian.
  • Intruction per Clock atau IPC
    Jika kalian memiliki 2 processor dengan clock speed dan jumlah core serta thread yang sama persis, namun berasal dari pabrikan yang berbeda, kalian akan mendapatkan performa yang berbeda pula. Karena arsitektur sebuah processor yang dihasilkan oleh pabrikan AMD dan Intel berbeda. Selain itu, processor dengan generasi lebih baru akan memiliki IPC yang lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya. IPC bisa kalian lihat melalui review-review dan benchmark processor yang dilakukan Ulasan ID, agar kalian dapat membandingkan IPC dan performa setiap processor.

 

Artikel Terkait: