Microsoft Akuisisi Activision Blizzard Senilai Rp 986 Triliun

Microsoft Akuisisi Activision Blizzard Senilai Rp 986 Triliun

Secara mengejutkan, Microsoft akan mengakuisisi salah satu game publisher terbesar di dunia, Activision Blizzard. Microsoft mengakuisisi publisher game Activision Blizzard senilai hampir Rp 1000 Triliun.  Activision Blizzard adalah salah satu pengembang dan penerbit game paling terkenal di industri video game, yang memiliki beberapa franchise game terbesar di dunia, termasuk Call of Duty, World of Warcraft, Overwatch, Diablo, dan StarCraft. 

Namun, transaksi belum bisa dilakukan karena masih menunggu persetujuan pemegang saham Activision Blizzard. Kesepakatan tersebut akan ditutup tahun 2023. Sebelum transaksi terjadi, Activision Blizzard masih akan beroperasi secara independen. Setelah transaksi, Activision Blizzard akan melapor ke Phil Spencer, CEO dari Microsoft Gaming. Di lantai bursa, saham Activision Blizzard melonjak hingga 30 persen menjelang pembukaan di Selasa pagi, saham Microsoft justru turun 1,5 persen.

Langkah Microsoft membeli Activision Blizzard, merupakan cara perusahaan bentukan Bill Gates ini untuk bersaing dengan Sony dan Tencent di industri game. Mengutip The Verge, Rabu (19/1/2022), Microsoft sudah berencana untuk menambahkan deretan judul game Activision ke Xbox Game Pass dan PC Game Pass setelah kesepakatan ini rampung. “Setelah rampung, kami akan menawarkan sebanyak mungkin game Activision Blizzard di dalam Xbox Game Pass dan PC Game Pass,” kata CEO Game Microsoft, Phil Spencer.

Akuisisi ini akan meningkatkan bisnis game Microsoft dengan penambahan gamedan 400 juta pemain aktif bulanan dari Activision Blizzard. Microsoft juga akan mengakuisisi studio game global Activision dengan hampir 10 ribu karyawannya.

Rencana Microsoft untuk cloud gaming akan dipercepat oleh kesepakatan ini, dan Microsoft berharap mendorong komunitas Xbox ke ponsel, tablet, laptop, dan perangkat lain secara global. Judul populer dari Activision seperti Candy Crush juga akan meningkatkan posisi Microsoft di game mobile.

Artikel Terkait: